Bagaimana sih cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur? Di dalam Islam, pola tidur yang baik telah diatur sebagaimana sunnah yang dicontohkan Rasulullah.
Allah berfirman di dalam Al-Quran, bahwasanya ia menciptakan malam hari untuk istirahat dan siang hari untuk mencari karunia yang ia sebarkan di alam semesta ini.
“Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.” (QS. Al-Furqaan ayat 47)
Kualitas tidur ternyata sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan kita. Apalagi semasa hidupnya, rata-rata manusia menghabiskan sepertiga dari waktu hidupnya dengan tidur.
Berbagai penelitian ilmiah sepakat bahwa tidur yang berkualitas juga dapat mempengaruhi suasana emosional dan bahkan mencegah terjadinya penyakit berbahaya seperti penyakit jantung.
Kebiasaan tidur sehat yang dicontohkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam patut ditiru oleh umatnya, karena hal tersebut mendatangkan kebaikan. Sudah terbukti, beliau selama hidupnya hanya mengalami dua kali sakit.
Cara Tidur yang Dicontohkan Nabi Muhammad
Kebiasaan tidur sehat yang dicontohkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam patut ditiru oleh umatnya, karena hal tersebut mendatangkan kebaikan. Sudah terbukti, beliau selama hidupnya hanya mengalami dua kali sakit.
1. Posisi Tidur Miring ke Kanan
Posisi tidur terbaik yang dianjurkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah menghadap ke sebelah kanan. Tidur dengan posisi miring ke kanan, diyakini dapat membantu melancarkan aliran darah.
Dalam sebuah hadist, beliau bersabda,
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Muslim)
Berdasarkan studi yang dilakukan The Journal of American College of Cardiologi, tidur dengan posisi miring ke kanan juga mengurangi risiko gagal jantung. Karena membuat jantung tidak tertindih oleh organ dalam lainnya.
2. Meletakkan Tangan Kanan di Bawah Pipi Kanan
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikan tangan kanannya sebagai bantal untuk bersandar kepalanya. Posisi tangan diletakkan di bawah pipi kanannya.
Di balik cara sederhananya ini, ternyata ada manfaat medis. Tidur beralaskan tangan akan membuat posisi kepala, leher, dan punggung menjadi lurus, sehingga menghindari sakit leher pada saat bangun tidur karena posisi leher yang tidak lurus.
Dan dari Hudzaifah ibn al-Yaman, dia berkata,
"Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hendak tidur pada malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya." (HR. Bukhari)
3. Tidur di Ruangan Gelap
Memadamkan pencayahaan menjelang tidur merupakan salah satu kebiasaan Rasulullah. Dan ternyata tidur di ruangan gelap bermanfaat bagi kesehatan.
Sebuah penelitian yang dilakukan ahli biologi Joan Robert menunjukkan, bahwa tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin pada saat tidak ada cahaya.
Hormon melatonin berfungsi untuk mengatur ritme tidur, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kekebalan tubuh, serta mencegah kolesterol.
4. Tidur Lebih Awal Selepas Shalat Isya
Rasulullah menganjurkan agar umatnya tidur selepas Isya, jika tidak ada urusan mendesak. Tidur setelah waktu Isya memudahkan kaum muslimin untuk bangun shalat tahajud pada malam hari.
Jika dilihat dari segi kesehatan, malam adalah waktu bagi organ dalam tubuh melakukan proses ekskresi untuk menetralkan racun. Kegiatan begadang membuat proses ekskresi menjadi sedikit terhambat, dan bisa menimbulkan penyakit seperti kanker hati.
Dari hadist yang diriwayatkan Abu Barzah, dia berkata,
"Bahwasanya Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum Isya dan berbincang-bincang sesudahnya." (HR. Bukhari)
5. Tidak Tidur dalam Keadaan Tengkurap
Rasulullah melarang umatnya tidur dalam posisi tengkurap. Beliau mengatakan bahwa tidur dengan cara tengkurap sesungguhnya dimurkai Allah.
Ya’isy bin Thikhfah Al-Ghifari berkata,
“Bapakku menceritakan kepadaku bahwa ketika aku tidur di masjid di atas perutku (tengkurap), tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan kakiku dan berkata,“Sesungguhnya tidur yang seperti ini dimurkai Allah.” Kemudian bapakku berkata, “Setelah aku melihat ternyata beliau adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Abu Daud)
Dalam segi kesehatan, tidur tengkurap juga terbukti berbahaya. Tengkurap membuat otot dada tidak dapat mengembangkan dada secara baik. Sehingga aliran oksigen tidak akan bekerja maksimal, dan bisa mengakibatkan sesak nafas.
Sangat bermanfaat,
BalasHapusganbatte✊